Festival Meriam, Meriahkan Malam Lebaran : Khas Pontianak, 295 Meriam Karbit Siap Berdentum

Sedikitnya 295 meriam karbit siap memeriahkan Festival Meriam Karbit 2018 pada malam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Kamis (14/6) malam. Even tahunan ini dipusatkan di Jalan Yusuf Karim, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, tepatnya di pinggir Sungai Kapuas. PJS Wali Kota Pontianak Mahmudah berharap, masyarakat bisa datang beramai-ramai memeriahkan malam lebaran di Kota Pontianak. Karena memang kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sudah cukup dikenal hingga tingkat nasional. Secara khusus ia pun mengundang Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji untuk ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Kami undang bapak Gubenur dan jajarannya untuk hadir bersama kami dan masyarakat di malam takbiran. Harapannya ramai yang bakal hadir untuk bersuka ria, ungkap Mahmudah saat safari Ramadhan Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji di Rumah Jabatan Wali Kota Pontinaka, Senin (11/6). Mahmudah juga menyampaikan untuk takbiran dianjurkan di masjid masing-masing atau rumah ke rumah. Mengingat situasi dan kondisi kepadatan di jalan raya maka akan lebih baik tidak diadakan takbiran keliling. Tetapi difokuskan di masjid masing – masing. Itu kesepakatan Pemkot dengan Polresta Kota Pontianak, pungkasnya. Terpisah Ketua Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Seni dan Budaya Pontianak, Fajrudin Anshary menjelaskan, ratusan meriam tersebut tersebar di 49 titik. Meriam-meriam itu terbagi menjadi dua sisi, yakni di sepanjang pinggir Sungai Kapuas wilayah Pontianak Timur sebanyak 181 meriam, dan tepian wilayah Pontianak Selatan – Tenggara 114 meriam. Festival meriam karbit ini menjadi agenda tahunan sebagai upaya untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan dan historis berdirinya Kota Pontianak, sebutnya. Ditambahkannya, nilai kebudayaan peninggalanKesultanan Pontianak ini harus terus dikembangkan, dipelihara dan dilestarikan. Peran pemuda dalam hal ini besar lantaran mereka generasi penerus yang akan melanjutkan kepemimpinan Pemuda yang tak kenal budayanya, bisa saja kehilangan dasar dalam mengambil keputusan di masa yang akan datang. Sekaligus sebagai filterisasi dalammembentengi diri dalam perubahan yang begitu global, cetus Fajrudin. Festival ini seiring dengan imbauan Wali Kota Pontianak, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat mengenai tradisi membunyikan meriam karbit pada malam hari Raya Idul Fitri dan perlu adanya upaya melestarikan permainan tersebut. Melalui festival ini, kita ingin mengenalkan ciri khas budaya Pontianak khususnya di tepian Sungai Kapuas dalam menyambut dan memeriahkan hari Raya Idul Fitri, pungkasnya.(bar)

Sisihkan Gaji Sumbang Buku

Di sela kesibukannya, dua polisi muda ini menyisihkan gaji mereka untk menyumbangkan buku bacaan ke salah satu sekolah dasar di desa binaanya. Dengan harapan agar murid bisa lebih lancar membaca dan masa depan anak-anak didiknya bisa menjadi orang sukses. Kebiasaan mulia ini dimiliki dua satuan polisi resor Landak. Mereka adalah Ps. Kanit Binmas Polsek Kuala Behe, Bripka Romi Susanto dan Britu Rian. Di balik kesibukannya sebagai seorang aparat negara, mereka memiliki kebiasaan mulia, yaitu menyisipkan waktu dan gajinya untuk memberikan bantuan buku tulis dan buku membaca di SD Bina Setia yang berada di Desa Paku Raya. Pemberian buku tersebut diterima langsung oleh guru yang mengajar di SD Bina Setia tersebut. Dengan harapan agar murid bisa lebih lancar membaca dan masa depan anak-anak didiknya bisa menjadi orang sukses. Juga sebagai bentuk partisipasi Kepolisian dalam memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Landak. Ps Kanit Binmas Polsek Kuala Behe Bripka Romi Susanto mengakui, bantuan yang diberikan berupa buku bacaan iti. Dibelinya dengan cara mengumpulkan uang gaji yang memang sengaja disisihkan. Bantuan tersebut diharapkan bisa menunjang belajar mengajar untuk para murid. Ia juga berharap, hasil kerja kerasnya tersebut dapat bermanfaat untuk menggali minat baca anak di usia dini dengan orangtuanya dan masyarakat lainnya, terang Bripka Romi Susanto. Sementara itu pihak dari SD Bina Setia mengucapkan terimakasih kepada personil Polsek Kuala Behe, yang telag memberikan bantuan berupa bulu tulis dan buku bacaan. Dengan demikian diharapkan ke depannya murid bisa lancar membaca dan bisa menulis dengan baik. Meski pun diberikan bantuan seadanya, tapi sangat penting untuk menunjang giat membaca di masa depan, ucapnya.(mif)

Semangat Literasi Kalbar : Gerakan Koin Untuk Rumah Baca

Koin Rumah Baca, menjadi salah satu cara Komunitas Love Borneo untuk mengajak masyarakat gemar dan peduli anak-anak daerah. Love Borneo sudah berjalan empat tahun, dan sudah 14 rumah baca yang didirikan. Seperti apa kiprahnya ? Love Borneo terus bergerak hingga ke pelosok Kalbar. Tak hanya mengampanyekan anak gemar membaca, tetapi juga memfasiltasi anak-anak dengan rumah baca. Siapa pun boleh menjadi anggota Love Borneo. Love Borneo itu komunitas organik, tempat anak-anak cinta Kalbar kumpul untuk mengambil bagian dalam membangun Kalbar, ujar Raynaldo Ginting, salah satu Founder Love Borneo. Belasan rumah baca sudah dibentuk di daerah-daerah. Tidak peduli dengan medan yang rumit, bahkan ini menjadi tantangan komunitas ini untuk menyampaikan tujuan baiknya kepada masyarakat. Tantangannya, hampir sebagian besar anggota bekerja. Juga jarak tempuh untuk mengunjungi daerah pedalaman terbatas, tambahnya. Mengendarai roda dua, komunitas ini terus memacu semangat untuk menjalankan misinya membangun Kalbar lewat literasi. Tak peduli harus berjam-jam berkendaraan. Kadang ada yang belasan jam, belum lagi motor rusak dan macam-acam. Tapi karena pada suka petualangan, mau juga ke luar dari zona nyaman, jadi tidak masalah, ungkapnya. Rasa lelah terbayarkan begitu melihat keceriaan anak-anak kampung menyambut mereka. Di beberapa kampung, justru anak-anaknya terlihat sangat senang. Lebih pintar karena ada rumah baca. Maklum di kampung tenaga pengajar tidak efektif, kadang tidak datang, akhirnya anak kurang sekali membaca buku. Di beberapa sekolahcuma mencatat, main bola, ungkap dia. Komunitas ini berharap, anak-anak pedalaman punya kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota. Sama seperti makan dan minum, anak di desa juga perlu buku untuk membaca, bercerita, dan menulis. Raynaldo mengatakan banyak anak pedalaman yang tidak bisa baca, akhirnya tertinggal. Begitu masuk sekolah, lanjut dia semangat anak menjadi hilang bahkan ingin berhenti sekolah lantaran melihat anak-anak lainnya dari kabupaten sudah bisa membaca. Kami percaya gemar membaca membuat wawasan anak menjadi bagus, paparnya. Selain membuat rumah baca, komunitas ini juga membuat lapak baca. Meski sama-sama memberikan bahan bacaan, namun konsep yang dibuat berbeda. Buku di rumah baca itu hanya dititip. Sesekali anggota mengunjungi sebulan, atau per tiga bulan. Bila rumah baca tersebut tidak berjalan, buku-buku yang ada diambil kembali. Sementara untuk lapak baca, buku diberikan tapi tidak dikunjungi rutin. Untuk lapak baca, kami kasih ke kampung, mereka yang kelola, tambahnya. Buku-buku yang diberikan adalah buku-buku yang ramah anak, untuk anak TK, SD sampai SMP. Bisa itu buku ensiklopedia, tentang alam, dongeng, buku cerita bebas lainnya. Yang penting buku itu ramah anak, tidak ada konten negatif, dan bukan buku pelajaran. Kalau buku pelajaran kan harus diajarin. Jadi buku yang bisa dibaca sendiri, timpalnya yang menambahkan pihaknya siap menerima sumbangan buku untuk rumah baca. Tak hanya di Kalbar, buku-buku juga diberikan untuk rumah baca hingga ke Pangkalan Bun. Program unggulan lainnya adalah Koin Rumah Baca. Koin Rumah Baca ini mengajak masyarakat untuk mengumpulkan uang receh. Kenapa koin? Koin sering kali tidak dianggap. Bersama komunitas Love Borneo, recehan yang dikumpulkan bisa untuk membeli buku, alat tulis, dan mainan edukasi untuk adik-adik di pedalaman. Padahal koin ini ada filosofinya. Ketika koin-koin itu digabungkan, maka akan menjadi kekuatan besar, begitu pula harapan dari Koin Rumah Baca ini, jelasnya. Siapapun bisa berpartisipasi untuk Koin Rumah Baca ini. Caranya, pihak Love Borneo memberikan botol mineral berukuran 600 ml, kemudian silahkan diisi. Jika sudah penuh, uangnya bisa diberikan ke komunitas yang sudah menjalankan program koin rumah baca selama dua tahun ini. Masih banyak teman-teman yang ngasih. Walaupun kadang naik turun. Kadang ada juga yang lupa, kami sering ngingetin lewat medsos. Jika sudah terkumpul, kami tukar. Kadang uangnya terkumpul satu juta, atau dua juta rupiah, ujarnya. Tak hanya fokus pada rumah baca, tetapi juga sering mengunjungi lembaga pemasyarakatan, ke soklah-sekolah untuk memberikan motivasi, berbagi wawasan, dan semangat kepada mereka. Memberi semangat. Kami hadir bawa bingkisan, ke lapas anak setiap hari Kamis. Di Lapas Anak itu kadang berbagi ilmu fotografi, nanti di luar kita jadi sahabat mereka, nah hal-hal seperti itu sih, pungkasnya.(*)

Wisata Pantai Tengkuyung : Potensi Mangrove dan Kelenteng Tengah Dikembangkan

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen memaksimalkan potensi pariwisata yang ada. Salah satunya dengan membangun Pantai Tengkuyung yang beradadi daerah Teluk Pakedai. Kini dermaga yang berada di Pantai Tengkuyung pun telah dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017 sebesar Rp.2,8 Miliar. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kubu Raya, Cisilia mengatakan, potensi destinasi pariwisata Pantai Tengkuyung tersebut telah lama didambakan masyarakat, agar menjadi salah satu lokasi wisata. Termasuk pembangunan dermaga di sana, sebagai akses utama. Bahkan sejak oerde baru rencana pembangunan dermaga di kawasan itu telah ada. Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya ini pun menegaskan akan terus melakukan pengembangan Pantai Tengkuyung sebagai destinasi wisata baru di Kubu Raya. Dia menyakini, pantai itu akan menjadi tempat wisata yang menawarkan banyak keindahan, dan tak kalah dengan tempat lain. Di tahun 2019 kami dijanjikan dari pusat untuk mengembangkan pantai lebih lanjut, ucapnya. Kepala Bidang Pariwisata Iping Indrawati menambahkan, potensi wisata di Pantai Tengkuyung Teluk Pakedai memang telah menjadi prioritas untuk dikembangkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kedepannya. Dia menjelaskan, panjang Pantai Tengkuyung tersebut terbentang sepanjang 17 kilometer. Pemandangan alam di sana sangat menarik. Selain itu, habitat tengkuyung yang berkembang biak di sana terhampar di permukaan patai, sehingga hal itu pula lah yang menjadi daya tarik tersendiri. Hanya saja untuk melakukan pengembangan wisata di Pantai Tengkuyung, tentu mesti dilakukan dengan cara bertahap. Pasalnya, anggaran untuk melakukan pembangunan juga sangat terbatas. Kepala Bidang Pariwisata Iping Indrawati menerangkan selain Pantai Tengkuyung, sejumlah potensi wisata di Kubu Raya ke depan juga akan dikembangkan. Seperti misalnya, wisata mangrove dan wisata religi. Untuk wisata religi, yaitu Klenteng di tengah laut yang ada di Kakap. Ini juga akankita kembangkan, ucapnya. Sementara pengembangan eko wisata mangrove, pemerintah daerah akan bekerjasama dengan sejumlah NGO. Saat ini ada beberapa NGO yang sudah bekerjasama dengan kita dalam melakukan pengembangan wisata mangrove di bentang pesisir Batu Ampar, pungkasnya.9abd/ang)

Air Terjun Palaya : Riam Di Tengah HutanAsri

Satu lagi objek wisata air terjun yang menarik dan asyik untukdikunjungi. Riam Palayo namanya atau oleh warga sekitar biasa disebut Riam Budi. Objek wisata air terjun Riam Palayo memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan tempat luncuran sepanjang enam meter. Hamparan batunya mempesona. Ada sebanyak empat tingkat air terjun dengan jarak berdekatan. Air jernih mengalir diantara bebatuan. Tempat wisata ini sangat menarik untuk dikunjungi. Suasana tenang dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan dapat menghilangkan kepenatan. Anda juga dapat menikmati air yang segar dan jernih serta suasana alam yang asri karena dikelilingi pepohonan di sekitarnya. Riam ini cocok pula untuk lokasi kemping ataupun bagi mereka yang hoby fotography karena banyak lokasi memotret dengan background pemandangan alam. Objek wisata Riam Palayo ini dapat dikunjungi melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Medannya tak begitu sulit, jalannya separuh aspal dan separuhnya lagi jalan tanah yang sudah ddddikeraskan. Gapura, Dusun Ketiat, Desa Cipta Karya. Kemudian dari simpang Gapura menuju iam Palayo hanya berjarak tiga kilometer saja. Untuk fasilitas, telah pula tersedia tempat parkir kendaraan roda dua, jalan rabat beton wisata, jembatan, rumah singgah, toilet, serta kantin. Menjadi tempat wisata andalan Dusun Riam Palayo, kini banyak wisatawan lokal yang datang baik dari Bengkayang bahkan dari Kabupaten Mempawah dan Pontianak.(landscapeindonesia.com).