Melihat Lebih Dekat Kejayaan Kesultanan Pontianak

Pontianak. Bagi anda wisatawan yang sedang berkunjung atau jalan – jalan ke kota Pontianak belum lengkap jika tidak melihat – lihat dari dekat sejarah kejayaan Kesultanan Pontianak. Sebagai kota tua berusia 240 tahun, Pontianak menawarkan sejumlah objek wisata sejarah yang siap mengantar pengunjung berselancar ke masa silam. Ada Keraton Kadriah, makam raja – raja Pontianak, Masjid Jami’, hingga Tugu Khatulistiwa. Masing – masing objek memiliki keunikan dengan latar belakang khazanah yang berbeda – beda pula. Sekilas, Keraton Kadriah merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak. Bangunan serba kayu berkualitas tinggi ini didirikan Sultan Syarif Abdurrachman Alkadrie pada tahun 1771. Keraton ini mampu memberikan daya tarik khusus bagi para pengunjung dengan banyaknya artefak atau benda – benda bersejarah seperti ragam perhiasan yang digunakan secara turun – temurun. Disamping itu, koleksi takhta, meriam, benda – benda kuno, barang pecah belah, dan foto keluarga yang telah mulai pudar menggambarkan kehidupan masa lalu. Terdapat pula mimbar yang terbuat dari kayu. Sultan juga meninggalkan harta benda pusaka dan benda – benda warisan lainnya kepada anggota keluarganya. Lokasi Keraton Kadriah berada di Kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Jarak tempuh perjalanan dari pusat Kota Pontianak hanya berkisar 15 menit. Sekitar 200 meter dari Keraton, anda bisa melihat Masjid Jami, juga merupakan peninggalan Kesultanan Pontianak. Lokasinya berada di bantaran Sungai Kapuas. Meski struktur bangunannya sudah mengalami rekonstruksi, namun tetap mempertahankan wujud aslinya. Masjid ini juga menjadi pusat rumah ibadah bagi warga sekitar keraton. Masjid Jami’ dapat dijangkau menggunakan sampan dari Pelabuhan Seng Hie atau dengan kendaraan darat melewati Jembatan Kapuas. sumber : koran berkat
You are here